2:09 pm - Tuesday August 30, 5650

Citarum Adalah Harga Diri dan Jati Diri Urang Sunda

121 Viewed adi.suryadi 0 respond
Citarum Adalah Harga Diri dan Jati Diri Urang Sunda

Kanyus | KARAWANG,- Citarum adalah bagian dari sejarah dan budaya masyarakat Sunda yang tidak bisa dilepaskan bahkan sejak jaman purbakala.

Menurut A. Sobana Hardjasaputra penulis artikel “citarum dalam presfektif sejarah” menjelaskan, secara etimologis nama Citarum berasal dari dua kata, yaitu ci dan tarum. Ci atau cai berarti air. Tarum yang disebut juga nila adalah jenis tanaman. Dulu tanaman itu biasa dijadikan bahan celup (pewarna ungu/violet) untuk warna dasar kain. Ada  juga yang berpendapat bahwa nama Citarum berkaitan dengan nama kerajaan tertua di Jawa Barat, yaitu Tarumanagara. Berdasarkan hal ini nampaknya jelas Citarum  tak pernah lepas dari perjalanan masyarakat sunda selaku entitas terbesar kedua di Indonesia. Kebesaran Citarum adalah kebesaran orang sunda, keterpurukan Citarum juga keterpurukan orang sunda secara moral.
Dalam tulisannya,  A. Sobana Hardjasaputra juga mengungkapkan, berdasarkan data geologi, sebelum daerah Jawa Barat dihuni oleh manusia prasejarah, sungai yang kemudian disebut Citarum sudah ada. Pada zaman purba – Zaman Holosen (± 6000 tahun sM.) – aliran Citarum di daerah Cimeta (Padalarang) tersumbat oleh lahar dari letusan Gunung Sunda. Lama-kelamaan air sungai itu merendam daerah sangat luas, yaitu dari daerah Padalarang sampai dengan Cicalengka (± 30 km) dan dari Lembang (lereng Gunung Tangkuban Parahu) sampai dengan Soreang (± 50 km). Berarti daerah yang terendam memiliki luas areal lebih-kurang 150 kilometer persegi. Daerah seluas itu menjadi “Danau Raksasa Bandung Purba” untuk jangka waktu sangat lama.

Sebagai sungai terbesar di Jawa Barat dengan panjang kurang lebih 225 km, tidak bisa dipungkiri Citarum telah menjadi “nyawa” yang menopang kehidupan. Sungai yang berhulu di Gunung Wayang ini telah mengalirkan kehidupan dan rezeki yang berlimpah terhadap semua daerah yang dilewatinya seperti: Kabupaten Bandung,Cianjur, Purwakarta dan Karawang.  Berdasarkan paparan di atas, Citarum ternyata memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Suku Sunda. Citarum tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal manusia di zaman pra sejarah tetapi memiliki peran dan makna yang teramat besar. Memasuki zaman sejarah Citarum bahkan diposisikan lebih besar sebagai sarana transportasi, pusat pemerintahan dan tapal batas  kerajaan-kerajaan di Jawa Barat dan juga tentunya simbol kebesaran para raja/menak yang berkuasa waktu itu.

Karena sangat pentingnya Citarum, di masa lalu para raja/bupati sangat menjaga kelestariannya, bahkan hal yang sama juga dilakukan oleh pemerintah kolonial. Pada abad ke 17 bahkan VOC memfungsikan Citarum sebagai sarana pertahanan. Pada masyarakat pribumi ( Suku Sunda), melestarikan Citarum dilandasi kearifan lokal yang memberikan hak istimewa kepada para raja/bupati untuk berburu ikan dan berburu rusa di hutan. Hal inilah yang membuat masyarakat takut untuk merusak lingkungan di sekitar sungai.

Sebagai pemilik sejati Citarum, kepedulian nampaknya harus lebih ditunjukan oleh orang sunda karena sejarah dan jati diri orang sunda ada di Citarum. Tak berlebihan rasanya kalau menyelamatkan Citarum berarti juga menyelamatkan jati dan harga diri orang sunda.

Sumber : Paszone.com (322)


Don't miss the stories followKARAWANG ID and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Photo oleh PasZone

“Jabar Mengembara” Buka Lapangan Kerja Baru

Photo oleh Republika

Jelang Idul Adha, Gaza Dibombardir Israel

Related posts
Comments are closed