8:17 pm - Friday October 31, 2014

Petani Babelan Kab. Bekasi Keluhkan Dampak Eksplorasi Pertamina

116 Viewed adi.suryadi 0 respond
Petani Babelan Kab. Bekasi Keluhkan Dampak Eksplorasi Pertamina

Kanyus | CIKARANG,- Puluhan petani dari Kampung Wates Desa Kedungjaya Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Selasa (16/10) melakukan unjukrasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi.

Dalam aksinya, para petani tersebut mengeluhkan ekplorasi yang dilakukan Pertamina Stasiun Pengumpul (SP) Tambun yang mencemari areal persawahan milik warga seluas 27 hektare karena water injection air asin milik Pertamina yang bocor sehingga mencemari persawahan warga.

Seorang warga Akbar (30) mengatakan, permasalahan pencemaran lahan petani tersebut terus berlarut-larut dari Maret 2012 hingga saat ini. Dampak dari eksplorasi yang dilakukan Pertamina tersebut menyebabkan 45 petani yang bercocok tanam di areal persawahan tersebut gagal panen selama dua musim.
Para warga berbondong-bondong datang ke gedung DPRD Kabupaten Bekasi, karena pada saat yang bersamaan Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi memanggil pihak Pertamina, guna membicarakan dugaan pencemaran lingkungan tersebut.

Dalam aksinya, para petani tersebut menuntut pihak Pertamina bertanggungjawab atas dampak eksplorasi dengan cara segera merehabilitasi lahan persawahan para petani. Selain itu, para petani pun mengharapkan ganti rugi kepada mereka karena telah 2 kali gagal panen dengan asumsi 6 ton untuk 1 hektare.

“Kami mengharapkan ketegasan DPRD untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak Pertamina. Memang beberapa bulan yang lalu telah ada kesepakatan antara Pertamina dengan warga. Akan tetapi pihak Pertamina seolah mengingkari perjanjian tersebut. Makanya, kami mengadukan ini kepada para anggota dewan,” katanya.

Ketika para petani sedang melakukan aksinya, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, Taih Minarno langsung mendatangi para petani tersebut. Dikatakan Taih, pihaknya meminta petani tersebut untuk bersikap tenang.

“Saya mohon teman-teman tenang dulu. Memang hari ini (kemarin, red) ada agenda pertemuan antara Komisi C dengan pihak Pertamina,” ungkap Taih yang mencoba menenangkan massa.

Tidak berlangsung lama kemudian, para petani pun dipersilahkan memasuki ke ruang Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, bersama-sama membahas permasalahan tersebut.

Sementara itu, dalam situasi rapat hearing antara Pertamina, Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Bekasi, dan para petani diruang rapat Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi, ditemukan dua hasil uji laboratorium yang berbeda menurut versi petani dan Pertamina, dengan lembaga penelitian yang sama. Yaitu dengan menggunakan Lembaga Balai Penelitian Tanah Laboratorium Penelitian Uji Tanah, Balitan Bogor.

Dalam presentasi yang dilakukan Balai Besar Uji Laboratoium Bogor tersebut, di hadapan para peserta rapat dijelaskan, bahwa tanah petani yang dicurigai tercemar masih bisa ditanami padi dengan perawatan khusus.

Dalam pertemuan yang berjalan cukup alot tersebut, akhirnya disimpulkan bahwa Pertamina bersedia mengganti kerugian petani dengan batas waktu satu bulan ke depan.

Kepala Layanan Operasi Pertamina Stasiun Pengumpul Tambun, Joko Susilo menuturkan, pihaknya sudah menghubungi pimpinan pusat Pertamina supaya dilakukan ganti rugi terhadap lahan petani yang tercemar.

Bahkan dikatakan dia, Pertamina sudah bekerja dengan badan pemulihan tanah untuk memulihan lahan petani supaya bisa ditanami kembali.

“Intinya tanah petani akan dikembalikan seperti semula oleh Balitan. Setelah ini, kami akan langsung berembuk dengan pimpinan. Kita minta waktu satu bulan untuk mendata dan koordinasi untuk mengganti rugi,” kata Joko dalam pertemuan tersebut.

Untuk memantau komitmen yang dijanjikan Pertamina tersebut, tim dari Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi akan turut mengontrol realisasi mekanisme ganti rugi tersebut.

“Dari pertemuan ini kan sudah jelas. Sudah ada kesiapan dari pihak Pertamina untuk mengganti rugi kepada para petani. Tuntuan para petani pun sudah disanggupi Pertamina. Langkah selanjutnya kita juga akan sama-sama mengawasi, jangan sampai ada pihak yang mengingkari kesepakatan,” ungkap Taih.

Sumber : Pikiran Rakyat (283)


Don't miss the stories followKARAWANG ID and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Desain-moka-karawang

Persiapan MOKA Karawang menuju MOKA Jabar 2012

cristiano-ronaldo-berita-karawang

Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Irlandia Utara

Related posts
Comments are closed