8:00 pm - Monday October 20, 2014

Pembunuh SPG Rokok di semarang asal Karangjaya, Tirtamulya, Karawang

170 Viewed adi.suryadi 0 respond
Illustrasi
Illustrasi

KARAWANGID.COM,- Pisa Al Pairun (18) mengaku tidak memperkosa ataupun mencabuli Amelia Almaz Adzani atau Amel (21) pada Minggu (19/5/2013). Namun lulusan SMA asal Karangjaya, Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat itu mengakui hanya menelanjangi Amel.

“Setelah itu, saya membuka celana korban lalu kabur. Saat saya tinggal, korban masih hidup,” katanya.

Pisa mengaku mengunci pintu kamar Amel dari luar dan kuncinya dibuang di sekitar lokasi kejadian. Ia kembali ke tempat kerjanya juga lewat atap.

Pisa kemudian kembali bekerja. Barang-barang milik korban dan pisau yang dipakai untuk menghabisi korban dimasukkan ke tas plastik lalu disimpan di biliknya di lokasi proyek.

“Saya membeli pisau itu di minimarket, harganya Rp 18 ribu. Saya membeli (pisau) untuk mengasah pensil,” dalihnya.

Kemarin siang, Pisa memindahkan tas plastik tersebut ke atap, tepatnya di talang air.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Elan Subilan mengatakan terdapat kecocokan pada keterangan Pisa dan keterangan saksi di lokasi kejadian, termasuk Budi Setiawan, si penjaga rumah kos.

Elan juga mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah ada kekerasan seksual terhadap Amel. Saat ini pihak forensik masih menelitinya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Harryo Sugihhartono juga menyatakan hal yang sama.

“Memang ditemukan cairan (di organ genital-Red), namun kami belum bisa memastikan itu sperma atau bukan,” katanya.

Fakta di lokasi kejadian, imbuh Harryo, korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang.

“Hanya pakai kaus warna hitam, tak memakai bawahan,” jelasnya.

Temuan lain, Amel dihabisi tepat pada pukul 12.12 WIB.

Seperti diberitakan, jasad Amel ditemukan oleh pacarnya, Minggu (19/5/2013) malam. Saat itu, sang pacar yang putra seorang pengusaha kayu lapis di Semarang, datang ke rumah kos untuk menemui Amel. Lantaran pintu kamar Amel terkunci, ia mendobrak pintu kamar dan menemukan sang kekasih tewas bersimbah darah.

Polisi menciduk Pisa di tempat kerjanya. Pantauan di lapangan, usai olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menuju bagian rumah kos Amel. Tim Resmob Polrestabes Semarang dan tim dari Polsek Semarang Selatan masuk ke proyek pembangunan rumah lewat atap. Polisi kemudian minta 11 pekerja bangunan, termasuk Pisa, untuk berhenti bekerja.

Kemudian, satu per satu ditanyai hingga kecurigaan mengarah ke Pisa. “Awalnya ada tiga yang dicurigai, namun setelah ditanya berulang-ulang semua mengarah ke Pisa,” kata seorang polisi. Polisi juga menyisir lokasi dan menemukan plastik berisi barang-barang Amel dan pisau di atap.

Petugas juga memeriksa Joko Mboro (50), warga Banda, Tunggul Wulung, Cilacap. Joko merupakan paman Pisa. Joko mengaku tidak tahu perbuatan Pisa.

“Saya tidak percaya ia bisa begitu. Saya sampai terperangah, ” katanya.

Menurut Joko, pada Minggu siang, saat tengah hari, para tukang termasuk dirinya berpencar untuk mendapatkan tempat beristirahat. Joko mengaku tidak tahu jika Pisa menyelinap ke rumah kos Amel.

Pisa baru sekitar sebulan ikut Joko yang mengerjakan proyek rumah tinggal di Jalan Mangga Raya Nomor 74. Pisa berperan sebagai kenek atau asisten tukang.

“Saya tidak curiga sama sekali. Saya benar-benar tidak menyangka,” ucap Djoko.

Pisa tak menyesal telah menghabisi Amel. “Saya tidak menyesal, saya memang sudah niat. Saat itu, saya merasa gelap,” katanya.

Pisa tidak menjawab detail ketika ditanya latar belakang atau motif membunuh Amel. Namun ia mengaku ingin memiliki handphone dan barang-barang berharga milik korban.

Sumber : tribunnnews.com (566)


Don't miss the stories followKARAWANG ID and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in
Illustrasi Unjuk Rasa (kabar24.com)

Buruh Karawang Unjuk Rasa Tuntut Penuntasan Korupsi

Mobil Travel Terguling di Tol Karawang Barat, Arus Lalu Lintas Macet

Mobil Travel Terguling di Tol Karawang Barat, Arus Lalu Lintas Macet

Related posts
Your comment?
Leave a Reply


− one = 8